Filsafat Disiplin dalam Sistem Pendidikan Holistik Pondok Modern Darussalam Gontor

In stock

Category:

Description

Disiplin sering kali dipahami secara sempit sebagai tata tertib, larangan, hukuman, dan kepatuhan terhadap aturan. Namun dalam sistem pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor, disiplin memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia bukan sekadar perangkat kontrol, melainkan bagian dari filsafat pendidikan yang bertujuan membentuk manusia beriman, berilmu, beradab, mandiri, bertanggung jawab, dan siap mengabdi kepada umat.
Buku ini menelaah disiplin Gontor sebagai bagian dari sistem pendidikan holistik. Di Gontor, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di masjid, asrama, organisasi, lapangan, kegiatan bahasa, pertemuan, pengarahan, bahkan dalam teguran dan sanksi. Seluruh kehidupan pondok menjadi medan pendidikan. Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan santri diarahkan untuk membentuk jiwa, akal, akhlak, jasad, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosialnya.
Dengan perspektif Islamic worldview, buku ini membaca disiplin sebagai bagian dari ta’dib, tarbiyah, dan tazkiyah. Disiplin dipahami sebagai proses penanaman adab, pembinaan bertahap, dan penyucian jiwa dari kemalasan, kelalaian, egoisme, serta hawa nafsu. Melalui disiplin waktu, ibadah, belajar, bahasa, berpakaian, kebersihan, organisasi, dan pengasuhan, santri dilatih untuk mengendalikan diri, menghargai amanah, menghormati ilmu, hidup bersama orang lain, dan menempatkan kebebasan dalam tanggung jawab.
Buku ini juga menunjukkan bahwa disiplin Gontor tidak hanya berlaku bagi santri. Ustadz pun hidup dalam disiplin sebagai pendidik, pembimbing, pengasuh, dan teladan. Dalam sistem pondok, keteladanan ustadz menjadi salah satu unsur terpenting dalam pembentukan kultur disiplin. Sebab disiplin yang mendidik tidak cukup ditegakkan dengan instruksi, tetapi harus dihidupkan melalui contoh, pengawasan, pembinaan, dan kasih sayang pendidikan.
Salah satu bagian penting buku ini adalah pembahasan tentang organisasi santri sebagai sekolah kepemimpinan. Melalui OPPM, rayon, pramuka, konsulat, mahkamah bahasa, dan berbagai amanah organisasi lainnya, santri tidak hanya belajar untuk taat, tetapi juga belajar memimpin, melayani, mengatur, mempertanggungjawabkan tugas, dan bekerja dalam jamaah. Organisasi menjadi laboratorium sosial tempat santri ditempa untuk menjadi manusia yang amanah dan siap bermasyarakat.
Buku ini juga membahas filsafat hukuman dalam pendidikan. Sanksi tidak dipahami sebagai pembalasan, melainkan sebagai bagian dari ta’dib: jalan untuk mengembalikan santri kepada adab, kesadaran, dan tanggung jawab. Hukuman yang mendidik harus adil, proporsional, beradab, dan membuka jalan perbaikan. Tujuan akhirnya bukan membuat santri takut, tetapi menumbuhkan kesadaran moral dan muraqabah kepada Allah.
Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa disiplin Gontor adalah jalan pembentukan manusia merdeka dan beradab. Disiplin bukan lawan kebebasan, tetapi jalan menuju kebebasan yang benar: kebebasan dari kemalasan, hawa nafsu, ketergantungan, kelalaian, dan fanatisme sempit. Disiplin membentuk santri agar mampu mengatur dirinya sendiri, memikul amanah, memimpin dengan adab, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Filsafat Disiplin dalam Sistem Pendidikan Holistik Pondok Modern Darussalam Gontor adalah buku reflektif tentang bagaimana sebuah pondok pesantren modern membentuk manusia melalui sistem, nilai, keteladanan, pembiasaan, dan totalitas kehidupan. Buku ini penting bagi para pendidik, pengasuh pesantren, guru, mahasiswa, peneliti pendidikan Islam, alumni, santri, dan siapa pun yang ingin memahami bahwa disiplin yang benar bukanlah kekakuan, melainkan kasih sayang pendidikan; bukan pengekangan, melainkan pembentukan; bukan sekadar kepatuhan, melainkan jalan menuju adab, kemerdekaan jiwa, dan pengabdian kepada Allah.

Specification

Additional information

Title

Filsafat Disiplin dalam Sistem
Pendidikan Holistik Pondok
Modern Darussalam Gontor

Author

Ahmad Saifulloh

Publisher

UNIDA GONTOR PRESS

Main Menu