Genealogi Tasawuf Ulama Nusantara Abad 19: Jaringan dan Transmisi Intelektual-Spiritual
Description
Buku ini merupakan kajian komprehensif tentang perkembangan tasawuf di Nusantara pada abad ke-19, sebuah periode krusial dalam sejarah intelektual Islam di kawasan Asia Tenggara. Melalui kajian mendalam, buku ini mengungkap kompleksitas jaringan intelektual-spiritual yang membentuk karakteristik Islam Nusantara yang unik, ramah, dan toleran.
Fokus utama buku ini adalah enam tokoh ulama penting: Nawawi al-Bantani, Ahmad Khatib al-Sambasi, Muhammad Arsyad al-Banjari, Muhammad Nafis al-Banjari, Daud al-Fatani, dan Muhammad Sholeh Darat. Mereka dipandang sebagai figur sentral yang berkontribusi signifikan dalam mengembangkan dan mentransmisikan ajaran tasawuf di wilayah Nusantara.
Buku ini mengeksplorasi tiga dimensi kunci dalam pembentukan tradisi tasawuf di Nusantara. Pertama, jaringan (networks) dengan menganalisis struktur sosial-intelektual yang memungkinkan transmisi pengetahuan dan otoritas spiritual, termasuk hubungan guru-murid dan interaksi antar ulama. Kedua, genealogi dengan menelusuri struktur formal yang menghubungkan generasi ulama dalam rantai transmisi keilmuan dan spiritual, yang berfungsi sebagai basis legitimasi dalam tradisi tasawuf. Ketiga, transmisi dengan mengkaji proses kompleks transfer pengetahuan dan otoritas spiritual, meliputi pengajaran formal, pemberian ijazah, transformasi teks, dan adaptasi ajaran dalam konteks lokal.
Buku ini menempatkan Nusantara tidak sekadar sebagai wilayah pinggiran dalam peta intelektual Islam, melainkan sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam yang dinamis dan kreatif. Dengan menggali karya-karya para ulama, buku ini mengungkap bagaimana mereka berhasil mengintegrasikan nilai-nilai universal Islam dengan kearifan lokal, menciptakan model keberagamaan yang distingtif.
Kontribusi unik buku ini terletak pada kemampuannya membongkar kompleksitas hubungan intelektual-spiritual antara Nusantara dan Haramain (Mekah dan Madinah) pada abad ke-19. Periode ini ditandai dengan intensifikasi pertukaran pengetahuan, di mana para ulama Nusantara tidak sekadar menerima ajaran secara pasif, tetapi aktif mengembangkan dan mengkontekstualisasikan ajaran sesuai kondisi lokal.
Selain aspek intelektual, buku ini juga mengungkap dimensi politis dari jaringan ulama, yang berperan dalam gerakan sosial-keagamaan melawan kolonialisme. Kajian ini memperlihatkan bagaimana tasawuf tidak sekadar praktik spiritual, tetapi juga medium resistensi kultural.
Dengan pendekatan komprehensif dan analisis mendalam, buku Genealogi Tasawuf Ulama Nusantara Abad 19 memberikan kontribusi signifikan dalam memahami dinamika Islam di Nusantara. Ia tidak sekadar buku sejarah, tetapi juga sebuah peta intelektual-spiritual yang membantu kita memahami akar-akar karakteristik Islam di Nusantara yang toleran, adaptif, dan kaya akan nuansa spiritual.
Specification
Additional information
| Title | Genealogi Tasawuf Ulama Nusantara Abad 19: |
|---|---|
| Author | Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH. |
| Publisher | UNIDA Gontor Press |







Reviews
There are no reviews yet.