Menempa Jiwa, Membangun Peradaban Festschrift Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH
Rp75.000Rp100.000 (-25%)
Description
Menempa Jiwa, Membangun Peradaban merupakan sebuah festschrift yang dipersembahkan untuk menghormati pengukuhan Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Tasawuf di Universitas Darussalam Gontor. Lebih dari sekadar kumpulan tulisan penghormatan, buku ini menghadirkan potret utuh tentang perjalanan intelektual, spiritual, dan pengabdian seorang akademisi yang sepanjang hidupnya berikhtiar menjadikan tasawuf sebagai ruh pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pembangunan peradaban.
Disusun oleh para guru, kolega, sahabat, murid, dan akademisi yang mengenal secara dekat sosok Prof. Nur Hadi Ihsan, buku ini menampilkan beragam perspektif yang saling melengkapi. Setiap tulisan bukan hanya menghadirkan kenangan personal, tetapi juga merekam jejak pemikiran, keteladanan, serta kontribusi beliau dalam mengembangkan kajian tasawuf, epistemologi Islam, Islamisasi ilmu pengetahuan, pendidikan pesantren, dan pembentukan karakter insan beradab.
Buku ini disusun dalam tiga bagian utama yang membentuk alur narasi yang utuh. Bagian pertama, Menempa Diri: Karakter, Adab, dan Etos Keilmuan, mengajak pembaca mengenal pribadi Prof. Nur Hadi Ihsan sebagai pendidik, murabbi, dan intelektual yang tumbuh dalam tradisi keilmuan Pondok Modern Darussalam Gontor. Bagian kedua, Menghidupkan Tasawuf: Ruh Keilmuan, Pendidikan, dan Peradaban, mengeksplorasi gagasan-gagasan beliau mengenai tasawuf sebagai fondasi etika, pendidikan, dan transformasi sosial yang relevan dengan tantangan dunia kontemporer. Adapun bagian ketiga, Mewariskan Hikmah: Keteladanan, Pengabdian, dan Inspirasi, memperlihatkan bagaimana ilmu yang beliau ajarkan menjelma menjadi keteladanan hidup, kepemimpinan, serta inspirasi bagi para murid, kolega, dan institusi yang bersentuhan dengannya.
Di balik keberagaman tema dan gaya penulisan, seluruh tulisan dalam buku ini dipersatukan oleh satu benang merah: keyakinan bahwa ilmu tidak akan melahirkan peradaban tanpa pembinaan jiwa, dan tasawuf bukanlah jalan menjauh dari kehidupan, melainkan energi moral yang menghidupkan ilmu, meluruskan orientasi amal, serta membentuk manusia yang beradab. Dalam perspektif inilah, Prof. Nur Hadi Ihsan dipandang sebagai salah satu intelektual Muslim kontemporer yang berhasil memadukan kedalaman spiritual, ketajaman akademik, dan komitmen kelembagaan dalam satu kesatuan pengabdian.
Lebih jauh, buku ini juga menjadi dokumentasi penting mengenai tradisi keilmuan Universitas Darussalam Gontor yang menempatkan tauhid, adab, dan ilmu sebagai fondasi pembangunan peradaban. Melalui sosok Prof. Nur Hadi Ihsan, pembaca diajak melihat bagaimana tradisi pesantren dapat melahirkan ilmuwan yang tidak hanya produktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas persoalan-persoalan kemanusiaan melalui perspektif spiritual yang kokoh dan relevan.
Oleh karena itu, Menempa Jiwa, Membangun Peradaban tidak hanya layak dibaca sebagai penghormatan kepada seorang Guru Besar, melainkan juga sebagai refleksi tentang hakikat pendidikan Islam, makna pengabdian seorang ilmuwan, dan pentingnya membangun masa depan peradaban melalui pembentukan manusia yang berilmu, beradab, dan berjiwa ihsan. Buku ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para akademisi, pendidik, mahasiswa, santri, dan seluruh pembaca yang meyakini bahwa perubahan besar selalu berawal dari jiwa yang ditempa oleh ilmu, adab, dan keikhlasan.
Specification
Additional information
| Weight | 0,5 kg |
|---|---|
| Dimensions | 148 × 160 × 230 cm |
| Title | Menempa Jiwa, Membangun |
| Author | M. Fajar Pramono, Riza Ashari, |
| Publisher | UNIDA GONTOR PRESS |






