Model Kemandirian Pesantren Berbasis Wakaf Ala Gontor
Rp75.000Rp100.000 (-25%)
Description
Buku ini mengkaji secara mendalam model kemandirian Pondok Modern Darussalam Gontor yang dibangun di atas sistem wakaf produktif dan tata kelola kelembagaan yang berkelanjutan. Berangkat dari sejarah wakaf Trimurti dan perkembangan kelembagaan Gontor, buku ini menempatkan wakaf bukan sekadar sebagai instrumen filantropi, melainkan sebagai fondasi kedaulatan pendidikan pesantren. Melalui pendekatan kualitatif dan kajian institusional, pembaca diajak memahami bagaimana Gontor mengelola aset, nilai, dan sumber daya untuk membangun sistem pendidikan yang mandiri dan berdaya tahan.
Bagian awal buku memaparkan kerangka teoretik dan ideologis yang melandasi sistem ekonomi pesantren Gontor, termasuk peran Pancajangka, keikhlasan, dan prinsip kemandirian sebagai etos kelembagaan. Di sini dijelaskan bagaimana nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam struktur pengelolaan wakaf dan praktik manajerial, sehingga ekonomi pesantren tidak terlepas dari misi pendidikan dan pembentukan karakter. Dengan perspektif ini, buku menunjukkan bahwa keberhasilan Gontor bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari desain kelembagaan yang konsisten dan visioner.
Selanjutnya, buku ini mengulas secara rinci unit-unit ekonomi wakaf Gontor, baik dalam bentuk unit usaha pendidikan maupun unit usaha produktif. Pendidikan diposisikan sebagai jantung sistem, sementara berbagai unit usaha seperti koperasi, pertanian, manufaktur, dan jasa berfungsi sebagai mesin ekonomi yang menopang keberlangsungan lembaga. Melalui mekanisme subsidi silang dan ekonomi proteksi, Gontor mampu menyediakan layanan pendidikan berkualitas tinggi dengan biaya yang relatif terjangkau, tanpa harus bergantung pada bantuan eksternal.
Buku ini juga membahas bagaimana model Gontor direplikasi melalui jaringan pondok alumni berbasis wakaf. Alumni tidak hanya mewarisi nilai dan tradisi pendidikan, tetapi juga membawa serta sistem pengelolaan wakaf dan kemandirian ekonomi ke berbagai wilayah. Jaringan pesantren alumni ini membentuk ekosistem wakaf yang saling terhubung, memperluas dampak sosial dan ekonomi dari model Gontor, serta memperkuat peran pesantren sebagai institusi publik yang melayani umat.
Pada bagian akhir, buku ini merefleksikan implikasi strategis dari model kemandirian pesantren berbasis wakaf bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia dan dunia Muslim. Dengan menempatkan wakaf sebagai instrumen kedaulatan kelembagaan, buku ini menawarkan kerangka alternatif bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk membangun keberlanjutan tanpa kehilangan integritas nilai. Sinopsis ini menegaskan bahwa pengalaman Gontor bukan hanya kisah sukses satu pesantren, tetapi juga sebuah model yang relevan untuk direplikasi dan dikembangkan secara lebih luas.
Specification
Additional information
| Weight | 0,4 kg |
|---|---|
| Dimensions | 148 × 160 × 230 cm |
| Title | Model Kemandirian Pesantren |
| Author | Muhammad Alfan Rumasukun |
| Publisher | UNIDA GONTOR PRESS |






