Description
Menurut Sejarah Pendidikan Islam, Pesantren pertama di Indonesia namanya Pesantren Ampel Dental di Surabaya. Tidak ditulis tahun berapa berdirinya, namun yang pasti sebelum tahun 1475 M. Menurut data PBNU tahun 2024, Pesantren al-Kahfi Somolangu Kebumen, berdiri tahun 1475 masih ada yang aktif sampai sekarang. Pesantren terus berkembang, baik jumlah maupun kepeminatannya.
Pesantren adalah Lembaga pendidikan Indonesia yang genuine. Jika bukan karena faktor penjajah, mungkin tidak ada UGM, UI, Unair, dsb. Yang ada kata Cak Nur Universitas Tebuireng, Universias Lirboyo, Universitas Langitan.
Pesantren identik dengan ulama. Ulama adalah perwaris nabi. Untuk itu, ulama perwaris nabi memiliki kekayaan ilmu dan akhlak. Pada saat krisis moral di Indonesia dimana para penguasa sangat rakus dan bergelimang harta dengan korupsi, banyak tokoh yang pesimis dengan masa depan NKRI termasuk Mahfuzh MD. Di sinilah letak pentingnya membahas Pesantren sebagai Lembaga yang mencetak generasi berakhlak mulia. Sebetulnya masih ada benteng moral kita, yaitu para alumni pesantren. Hanya saja, mereka harus dibekali dengan kemampuan bersaing dalam bidang sains dan teknologi seperti yang diperjuangkan oleh B.J. Habibie dengan Insan Cendekia, agar garis dikotomik antara ilmu agama dan umum semakin pendek.
Dalam mencetak manusia berakhlak mulia Pesantren Salafiah mengajarkan beberapa kitab akhlak seperti Taklim al-Muta’allim, Washaya al-Aba’ li al Abna’ , Akhlaq li al-Banin dan Akhlaq li-al Banat, Irsyad al-‘Ibad, Nashaih al-‘Ibad, dan Adabu al-`alim wa al-Muta`allim,
Adapun Pesantren Modern tidak mengajarkan buku atau kitab secara khusus bidang akhlak, tetapi ia diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren-Pesantren Modern dapat dilihat pendidikan akhlaknya dari Panca Jiwa, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Selain itu diperkuat dengan motto berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan bepikiran bebas.
Specification
Additional information
| Title | Pesantren Mencetak Manusia |
|---|---|
| Author | Sehat Sultoni Dalimunthe |
| Publisher | UNIDA Gontor Press |







Reviews
There are no reviews yet.