EPISTEMOLOGI KEIKHLASAN Paradigma Pendidikan Islam Berbasis Nilai Pengalaman Pondok Modern Darussalam Gontor
Rp75.000Rp100.000 (-25%)
Description
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan sistem pendidikan modern, dunia menghadapi sebuah paradoks yang semakin nyata. Pendidikan berhasil melahirkan manusia yang semakin terampil, produktif, dan kompetitif, tetapi tidak selalu semakin arif, berintegritas, dan bertanggung jawab. Di berbagai belahan dunia, keberhasilan akademik sering kali tidak berjalan seiring dengan kematangan moral; kecanggihan teknologi tidak selalu melahirkan kebijaksanaan; dan perluasan akses terhadap ilmu pengetahuan tidak otomatis memperdalam makna kemanusiaan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa krisis pendidikan dewasa ini sesungguhnya bukan semata-mata krisis kurikulum, metode pembelajaran, atau tata kelola kelembagaan, melainkan krisis orientasi pengetahuan dan krisis nilai.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, buku ini mengajukan sebuah pertanyaan mendasar: apakah pengetahuan dapat dipisahkan dari kualitas moral dan spiritual orang yang mencarinya? Pertanyaan ini membawa pembahasan melampaui perdebatan klasik mengenai metode belajar, kurikulum, atau efektivitas pendidikan menuju persoalan yang lebih fundamental, yaitu hubungan antara pengetahuan, nilai, dan pembentukan manusia. Dalam perspektif ini, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi sebagai proses pembentukan orientasi batin (transformation of the self) yang menentukan bagaimana manusia memahami, menghayati, dan menggunakan ilmu.
Berbeda dari sebagian besar kajian pendidikan Islam yang menempatkan keikhlasan dalam ranah etika, tasawuf, atau pendidikan karakter, buku ini menawarkan sebuah tesis yang lebih mendasar: keikhlasan merupakan kategori epistemologis. Keikhlasan bukan sekadar kebajikan moral yang menyempurnakan amal, melainkan kondisi batin yang memungkinkan lahirnya pengetahuan yang benar, jernih, dan transformatif. Dari sinilah buku ini merumuskan konsep Epistemologi Keikhlasan, yaitu suatu paradigma pendidikan Islam yang menempatkan kemurnian orientasi sebagai fondasi proses mengetahui, pembentukan adab, dan pengembangan peradaban.
Melalui dialog kritis antara khazanah intelektual Islam—mulai dari al-Qur’an, hadis Nabi, al-Muḥāsibī, al-Qushayrī, al-Ghazālī, al-Zarnūjī, Ibn Jamā’ah, hingga Ibn Qayyim al-Jawziyyah—dengan pemikiran filsafat pendidikan dan epistemologi modern seperti John Dewey, Alasdair MacIntyre, Charles Taylor, Martha Nussbaum, Pierre Bourdieu, Michael Polanyi, dan Syed Muhammad Naquib al-Attas, buku ini menunjukkan bahwa proses mengetahui tidak pernah bebas dari nilai. Pengetahuan selalu dipengaruhi oleh orientasi moral, struktur kesadaran, dan kualitas spiritual subjek yang mengetahui. Oleh sebab itu, pendidikan yang hanya berorientasi pada aspek kognitif tidak akan mampu melahirkan manusia yang utuh tanpa disertai pembentukan nilai yang mengarahkan seluruh proses pencarian ilmu.
Dalam kerangka tersebut, Pondok Modern Darussalam Gontor dibaca bukan sekadar sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia, melainkan sebagai sebuah pengalaman pendidikan yang memperlihatkan bagaimana nilai dapat menjadi fondasi kebudayaan akademik. Buku ini menunjukkan bahwa keikhlasan di Gontor tidak berhenti sebagai nasihat moral, tetapi diinstitusionalisasikan melalui sistem wakaf, kepemimpinan kolektif, Panca Jiwa, budaya pengabdian, disiplin kehidupan, dan keseluruhan ekosistem pendidikan. Dengan demikian, Gontor dipahami sebagai pengalaman historis yang memperlihatkan bagaimana nilai dapat menjadi kekuatan yang menghubungkan pengetahuan, adab, kepemimpinan, dan keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan.
Kontribusi utama buku ini terletak pada upayanya membangun jembatan antara tradisi intelektual Islam klasik dan diskursus filsafat pendidikan kontemporer. Jika selama ini keikhlasan lebih banyak dipahami sebagai tema akhlak atau tasawuf, buku ini menempatkannya sebagai fondasi epistemologi pendidikan Islam. Perspektif ini membuka cara pandang baru bahwa kualitas ilmu tidak hanya ditentukan oleh validitas metode ilmiah, tetapi juga oleh kualitas moral dan spiritual pencari ilmu. Dalam kerangka ini, pengetahuan, keikhlasan, adab, dan amal bukanlah unsur-unsur yang berdiri sendiri, melainkan membentuk satu kesatuan yang saling menguatkan dalam proses pendidikan.
Lebih jauh, buku ini mengusulkan bahwa paradigma pendidikan Islam berbasis nilai harus dipahami sebagai paradigma yang mengintegrasikan dimensi epistemologis, aksiologis, dan praksis. Nilai bukan sekadar materi yang diajarkan, tetapi menjadi prinsip yang menghidupi seluruh ekosistem pendidikan. Pendidikan yang berpusat pada nilai tidak hanya menghasilkan manusia yang menguasai ilmu, tetapi juga manusia yang memiliki orientasi pengabdian, tanggung jawab moral, dan kesadaran transendental dalam memanfaatkan ilmu bagi kemaslahatan umat dan peradaban.
Dengan demikian, Epistemologi Keikhlasan bukan sekadar menawarkan pembacaan baru terhadap pengalaman Pondok Modern Darussalam Gontor, melainkan mengajukan sebuah paradigma konseptual bagi pengembangan filsafat pendidikan Islam pada era kontemporer. Di tengah kecenderungan pendidikan yang semakin pragmatis, utilitarian, dan berorientasi pada pasar, buku ini menghadirkan suatu visi pendidikan yang menempatkan nilai sebagai fondasi pengetahuan, keikhlasan sebagai energi pembentukan adab, dan pendidikan sebagai jalan membangun peradaban.
Specification
Additional information
| Weight | 0,3 kg |
|---|---|
| Dimensions | 148 × 160 × 230 cm |
| Title | EPISTEMOLOGI KEIKHLASAN |
| Author | NUR HADI IHSAN, |
| Publisher | UNIDA GONTOR PRESS |






